Info Bandung Raya

Warga Pamucatan Arjasari Resah, Usai TPT Ambrol, Longsor Bisa Terjadi

Warga Pamucatan Arjasari Resah, Usai TPT Ambrol, Longsor Bisa Terjadi
Seorang warga menunjuk area berbahaya imbas dari ambrolnya TPT. (Foto: agus rachmat)

KAB.BANDUNG, BEBASberita.com – Sebuah tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Pamucatan, Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung ambrol, Kamis (16/4/2026), malam, atau sekitar pukul 20.30 WIB.

Warga menyebut, ambrolnya TPT tersebut akibat tak kuat menahan derasnya air yang berasal dari limpasan Jalan Utama Arjasari, imbas hujan yang hampir setiap hari mengguyur.

69e24b1a952f7.pngFoto: agus rachmat

Ketiadaan TPT tersebut saat ini memicu keresahan warga akan adanya longsor. Bahkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, TK Baitul Ulum harus menghentikan kegiatan belajar mengajarnya.

"TK kami kebetulan berdekatan dengan titik longsor. Jadi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seluruh kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan," kata Nita Turtia Shari, kepala TK Baitul Ulum, Jumat (17/4/2026).

Nita pun lantas meminta Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk segera memperbaiki TPT tersebut.

“Untuk itu kami minta perhatian serius Bapak Bupati Bandung agar segera memperbaiki TPT ini. Peserta didik kami banyak, kegiatan belajar mengajar aktif setiap hari. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Nita.

Di lokasi yang sama seorang warga bernama Dadan Hermansyah, menyebut, ini yang ketiga kalinya TPT tersebut ambrol. Penyebabnya, bukan saja dari air limpasan jalan utama, sebagian diantaranya berasal dari kiriman dua RW di wilayah itu.

"Sekarang kondisinya sudah tidak kuat menahan tanah. Kalau dibiarkan, khawatir ambruk dan kena rumah warga serta sekolah,” ujar Dadan.

Atas kondisi tersebut, Dadan mendesak pihak terkait, khususnya BPBD Kabupaten Bandung untuk segera melakukan assesmen dan penanganan darurat.

“Mohon BPBD Kabupaten Bandung turun cepat. Perlu perbaikan TPT dan normalisasi saluran Solokan supaya air dari dua RW ini tidak langsung menghantam permukiman,” cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung segera menindaklanjuti agar kerusakan tidak meluas, terutama demi keselamatan warga dan ratusan siswa TK Baitul Ulum yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Editor : Igoen Josef